Beranda Banten Kemanakah Walikota Tangerang Selatan?

Kemanakah Walikota Tangerang Selatan?

112
0

Oleh Tjahja Gunawan, Wartawan Senior

Selama merebaknya Virus China di negeri ini, warga Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, tiba-tiba merasa kehilangan Walikotanya Airin Rachmi Diany, yang dikenal luas berparas cantik.

“Tumben nanya-nanya dia. Anda tiba-tiba jadi kepo?,” Begitu komentar seorang rekan pada saya. Sebelumnya saya yang kebetulan tinggal di Kota Tangsel, memang tidak pernah peduli dengan aktivitas Ibu Walikota ini. Sing penting, program pembangunan di wilayah Kota Tangsel tetap berjalan. Jadi kalaupun misalnya Ibu Walkot ini sering bolak-balik ke LP Sukamiskin untuk menjenguk suaminya disana juga bukan urusan saya karena bukan termasuk wilayah publik. Tetapi sudah masuk ranah private Ibu Airin.

“Nah, kenapa juga tiba-tiba Anda sekarang tanya keberadaan beliau ?” Komentar temen saya rada sengit. Rupanya dia mulai nge-gas.

Lalu dengan nada pelan-pelan kepada teman ini saya katakan, sekarang ini kan sedang terjadi wabah global. Virus China atau Covid-19 sedang menyebar ke mana-mana hingga ke seluruh antero dunia termasuk Indonesia dan Kota Tangsel. Nah, sebagai salah satu daerah yang berdekatan dengan Ibu Kota Jakarta yang menjadi epicentrum penyebaran Virus China, warga Kota Tangsel juga berhak untuk mengetahui informasi seputar Covid-19 termasuk kebijakan serta langkah-langkah yang diambil Pemkot Tangsel. Hak warga ini diatur dan dijamin dalam UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Para kepala daerah di berbagai tempat lain, baik Bupati, Walikota, maupun Gubernur hadir terlihat oleh publik melakukan sesuatu untuk ikut berupaya mencegah penyebaran Virus China ini. Misalnya, Walikota Bogor Bima Arya, walaupun dinyatakan positif Covid-19, namun dia tetap muncul ke publik menampakkan diri kemudian melalui video pendek yang disebar melalui medsos (WA) berkomunikasi dan berkirim kabar kepada masyarakat sekaligus memberi arahan kepada para pejabat di Pemkot Bogor.

Demikian juga, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, meski dinyatakan positif Covid-19 namun dia tetap aktif berinteraksi dan berkomunikasi dengan masyarakat dan jajaran pejabat Pemkab Karawang melalui akun Instagramnya.

Sebelumnya pada tanggal 3 Maret 2020, Bupati Karawang ini pernah mengunggah sejumlah foto saat mengikuti rapat di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor. Salah satu foto yang diunggah di IG Ibu Bupati ini adalah pose sedang duduk bertiga antara Bupati Karawang, Walikota Tangsel dan Walikota Bogor saat rapat di SICC.

Keterangan tertulis yang disertakan dalam foto-foto yang diunggah Bupati Karawang itu berbunyi :

“Bismillah Senin kemarin (2/3), kami menghadiri FGD bersama Menko PMK, Kepala BNBP, Pa Gubernur, Kementerian PUPR, BBWS dan semua pihak terkait solusi penanganan banjir baik di Jawa Barat, DKI, dan Banten khususnya….”

Airin Terpapar ?

Berdasarkan kronologi perjalanan dan riwayat kontak Bupati Karawang dan Walikota Bogor, patut diduga Virus China ini juga ikut menyebar kepada orang-orang yang pernah berinteraksi dengan mereka. Apakah itu berarti virus Covid-19 ikut menular kepada Walikota Tangsel ? Wallahualam A’lam Bishawab. Saya tidak berspekulasi lebih jauh lagi.

Namun jika merujuk pada keterangan Gubernur Jabar Ridwan Kamil disebutkan bahwa, di Jawa Barat ada empat klaster penyebaran virus Corona. Klaster pertama Musyawarah Daerah (Musda) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jabar di Karawang tanggal 9 Maret 2020. Pasca acara ini, ada tujuh orang yang positif Covid-19 diantaranya Bupati Karawang dan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana. Namun setelah melakukan isolasi diri, kini Yana Mulyana sudah dinyatakan negatif Covid-19.

Klaster kedua dan ketiga yaitu seminar bisnis syariah 25-28 Februari 2020 di Kabupaten Bogor dan Persidangan Sinode Tahunan Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) 26-29 Februari 2020 di Hotel Aston Kota Bogor. Klaster keempat adalah seminar keagamaan di Lembang, Bandung Barat yang digelar pada 3-5 Maret 2020.

Beberapa tokoh yang mengaku mempunyai akses kepada Walikota Tangsel menampik kalau Airin Rachmi Diany terpapar Virus China. “Sebab acara di SICC Bogor diselenggarakan tanggal 2 Maret 2020 atau sebelum Walikota Bogor Bima Arya mengadakan perjalanan ke luar negeri. Kehadiran Airin di SICC juga dilangsungkan sebelum acara HIPMI di Karawang dimana Bupati Karawang hadir di sana,” kata seorang tokoh berusaha meyakinkan saya.

Namun terlepas dari spekulasi terpapar tidaknya oleh Virus China, seharusnya Walikota Tangsel tampil di garda Terdepan dalam menghadapi penyebaran virus yang mematikan ini. Apalagi setiap hari warga Kota Tangsel yang terpapar Virus China tersebut terus bertambah. Hingga 30 Maret 2020 jam 15, jumlah warga Kota Tangsel yang meninggal akibat Virus China sebanyak 6 orang, jumlah ODP (orang dalam pengawasan) 280 orang, PDP (pasien dalam pengawasan) 123 dan warga yang dinyatakan positif Covid-19 sebanyak 31 orang.

Dikritik Warga

Sejumlah warga juga mengritik kinerja Pemkot Tangsel dalam menangani wabah Virus China ini. Salah satu tokoh warga Kedaung, Kecamatan Pamulang, Cak Kris, mengatakan jangan karena jabatannya sudah mau berakhir Walikota Airin malah jarang tampil didepan warga masyarakatnya untuk perang melawan wabah Covid-19.

“Harusnya di akhir masa jabatannya Walikota Airin aktif memimpin langsung penanganan wabah Corona. Jangan Wakilnya terus yang tampil sementara Walikotanya gak jelas ada di mana. Harusnya dia membuktikan walaupun di akhir masa jabatannya, tapi dia tetap tampil memberikan pelayanan yang terbaik kepada warga masyarakatnya. Inipun kami melakukan penyemprotan disinfektan dengan urunan warga sendiri, ke mana Pemkot Tangsel hadir di tengah-tengah warganya ?, Boro- boro aksi penyemprotan disinfektan, mencari informasi terkait penanganan wabah Covid-19 ini saja susah banget. Saya sudah kritik tuh kemarin di medianya milik humas Tangsel, katanya Pamulang nol tidak ada penderita Corona, gak taunya sudah ada yang mati tuh pilot pesawat,” ujar Cak Kris sebagaimana dikutip MediaBantenCyber.co.id. pada Sabtu (28/03/2020)

Dalam situasi seperti sekarang Wali Kota Tangsel seharusnya bisa bergerak cepat dan mengambil keputusan berani namun akurat sesuai data dan fakta sebaran Virus Covid-19 di wilayah Kota Tangsel. Ini jangankan bergerak cepat, Pemkot Tangsel tampaknya juga tidak mampu menyediakan data sebaran Virus Corona secara akurat dan real time.

Dalam hal pemutakhiran data Covid-19 di Kota Tangsel, sangat boleh jadi Pemkot Tangsel hanya bersikap menunggu update data dari Satgas Covid-19 Pusat agar tidak overlapping. Namun, dalam pencegahan penyebaran Virus China ini, seharusnya Walikota Tangsel dapat memimpin di depan termasuk mengkomunikasikan langkah konkret yang telah, sedang dan akan dilakukan selama masa Tanggap Darurat ini.

Dalam situasi seperti sekarang justru Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie yang kerap muncul ke permukaan. Dengan sering munculnya Benyamin Davnie dalam penanganan Virus Covid-19, justru menimbulkan prasangka politik yang kurang sedap. Pasalnya, Benyamin merupakan salah satu kandidat Calon Walikota Tangsel yang akan maju dalam Pilkada 2020.

Sangat disayangkan kalau kemunculan Benyamin Davnie dalam penanganan penyebaran Virus Covid-19, dikaitkan dengan agenda politik Pilkada 2020. Itu sangat kontraproduktif. Selain itu, Pilkada 2020 juga sudah dinyatakan akan dimundurkan akibat adanya kasus wabah virus ini. Ini adalah kesepakatan tertulis antara Komisi II DPR dengan Mendagri dan KPU.

Terkait peran kepala daerah, sebenarnya Mendagri Tito Karnavian telah menginstruksikan agar Gubernur maupun Walikota dan Bupati bisa langsung mengambil peran sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Daerah. Jabatan itu, kata Tito, tidak dapat didelegasikan kepada pejabat lain di daerah.

Mendagri menekankan hal tersebut ketika menjelaskan Surat Edaran Nomor 440/12622/SJ tentang Pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Daerah yang terbit Minggu (29/3) sebagaimana dikutip CNN Indonesiacom

Oleh karena itu sekarang sudah saatnya Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany memimpin langsung sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Daerah. Kemudian dia aktif turba dan atau mengkoordinasikan tugas dan tanggung – jawabnya dengan unsur Muspida dan aparat keamanan lainnya.

Jika saja Airin Rachmi Diany bisa all out membantu dan melayani masyarakat dalam melawan penyebaran Virus Covid 19, dia justru akan memiliki legacy di akhir masa jabatannya sebagai Walikota Tangsel.

Ayo Bu Airin, sekarang saatnya ibu keluar dari “tempat persembunyian”. Kecuali kalau Ibu terpapar Virus Covid 19, barulah tugas dan tanggung – jawab bisa didelegasikan kepada Wakil Walikota Tangsel. Tapi, mudah-mudahan sih Ibu Airin selalu sehat walafiat. Aamiin. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here