Beranda Banten Mengenal Rizal Bawazier, Calon Kuat Walikota Tangerang Selatan

Mengenal Rizal Bawazier, Calon Kuat Walikota Tangerang Selatan

118
0
Rizal Bawazier bersama Delapan orang pekerja harian kebersihan di kawasan Taman Kota 2, Jaletreng Buaran, Bumi Serpong Damai (BSD), Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menengis dan terharu dikunjungi oleh H. Rizal Bawazier, Bakal Calon (Balon) Walikota Tangsel hasil rekomendasi Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS).

TANGSELSATU.ID – Pemilihan Umum Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) 2020 adalah pemilihan umum untuk memilih Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan dimana pemilihan ini akan digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangsel yang dilaksanakan pada 23 September 2020 dan ini serentak di bersama 270 daerah di Indonesia.

Tim Redaksi mencoba dalam liputan Pilkada kali ini menelusuri siapa calon kuat Walikota Tangsel. Dan pilihan pertama adalah Rizal Bawazier yang dalam data dan riset kami melihat dia masik kriteria ideal untuk Wali Kota Tangsel.

Baiklah kita buka dengan pengantar ini. KOTA Tangerang Selatan, Banten, menyimpan banyak jejak sejarah yang berhubungan dengan perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Itu sebabnya di kota ini juga terdapat taman makam pahlawan (TMP), yang tak semua kota di Indonesia memilikinya, TMP Pahlawan Seribu. Di TMP ini dimakamkan lebih dari ratus pahlawan yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan di daerah yang kini masuk wilayah Kota Tangerang Selatan.

Di kota ini pula untuk pertama kalinya didirikan tempat pendidikan militer di Indonesia, yang diberi nama Akademi Militer Tangerang (AMT), pada November 1945. Kadet atau peserta pendidikan AMT ada yang pernah bertempur dengan balatentara Jepang pada tahun 1946. Peristiwa pertempuran ini dikenal sebagai Peristiwa Lengkong, yang monumen peringatannya didirikan di kawasan perumahan Bumi Serpong Damai.

Di kawasan Lengkong ada kampung yang bernama Lengkong Kyai. Meski secara administratif masuk Kabupaten Tangerang, Kampung Lengkong Kyai sesungguhnya tak bisa dilepaskan dari wilayah Lengkong secara keseluruhan, yang sebagian besar kini masuk  Kota Tangerang Selatan. Sesuai namanya, Kampung Lengkong Kyai awalnya didirikan seorang ulama, sebagai bagian dari perlawanan terhadap penjajahan yang dilakukan Perusahaan Dagang Hindia Belanda (VOC).

Jadi, Kota Tangerang Selatan memang bukan “kota sembarangan”. Kontribusinya terhadap perjuangan kemerdekaan bangsa dan negara ini tak bisa dipandang sebelah mata atau diabaikan begitu saja. Karena itu, sudah sewajarnya dan selayaknya, Kota Tangerang Selatan dipimpin oleh tokoh yang memahami dan menghargai nilai-nilai kebersejarahan tersebut. Dengan demikian, program-program kerja yang akan dilaksanakan bukan hanya memandang jauh ke depan, tetapi juga tidak melupakan masa silam.

Pemimpin seperti itu, yang berpandangan ke masa depan tanpa melupakan sejarahnya, tentulah seorang cerdik cendekia yang bukan hanya punya pengetahuan teoritis. Namun, dia punya pengalaman panjang dan menghayati berbagai masalah yang ada di tengah masyarakatnya. Dia juga memiliki wawasan yang luas dan menghargai berbagai perbedaan, karena pernah mengenyam pergaulan lintas daerah, bahkan lintas negara yang tidak sebentar.

Dengan kriteria-kriteria seperti itu, adalah keniscayaan bila Kota Tangerang Selatan lebih pas dan cocok dipimpin oleh tokoh dari daerahnya sendiri. Namun, ya, itu tadi: Wali Kota Tangerang Selatan juga harus punya pengalaman panjang dan wawasan luas. Apalagi, Tangerang Selatan kini telah berkembang menjadi kota kosmopolitan, kota internasional, dengan banyaknya kompleks perumahan, lembaga-lembaga pendidikan yang terafiliasi dengan lembaga-lembaga di berbagai negara lain, dan juga banyak sentra ekonominya.

Siapa tokohnya? Dari berbagai bakal calon Wali Kota Tangerang yang sudah mulai melakukan sosialisasi untuk ikut kontestasi Pilwalkot 2020 nanti, yang paling memenuhi kriteria tersebut adalah Rizal Bawazier, pengusaha yang masih berusia muda (belum lagi genap 49 tahun). Rizal lahir dari pasangan Abdullah Bawazier dan Petum Bawazier, yang sudah beberapa keturunan menetap di Lengkong Kyai. Ayah Rizal juga seorang pengusaha, yang pernah menjadi pedagang kaki lima di Pasar Senen, Jakarta.

Rizal menempuh pendidikan perpajakan di Universitas Indonesia. Bahkan, ia sempat pula berkuliah di jurusan sastra Jerman pada perguruan tinggi yang sama.

“Sempat saya dalam setahun kuliah di dua fakultas di Universitas Indonesia. Namun, akhirnya, saya lepas yang jurusan sastra Jerman,” kata Rizal.

Lulus kuliah, Rizal bekerja di kantor konsultan internasional terkemuka, Ernst & Young dan juga PricewaterhouseCoopers. “Saya bekerja di sana kurang-lebih sembilan tahun,” tutur pemilik usaha RB Group ini.

Berbekal pengalaman itu, Rizal berusaha mandiri, dengan mendirikan perusahaan konsultan pajak dan keuangan sendiri. “Saya bikin perusahaan itu tahun 2003. Saya banyak dibantu oleh dua kawan saya yang juga pernah bekerja di PricewaterhouseCoopers, Ricky Hasibuan dan Viktor Silaban,”beber Rizal.

Kini, di bawah bendera RB Group, Rizal memiliki delapan perusahaan, mulai dari perusahaan konsultas bisnis dan perpajakan, perusahaan agen perjalanan wisata, perusahaan teknologi informatika, sampai perusahaan properti. “Jatuh-bangun saya dalam membangun bisnis ini. Tapi, dalam hidup, jatuh-bangun kan biasa. Yang penting, kita harus selalu bangun setiap kali jatuh,” katanya.

Lalu, mengapa Rizal tertarik untuk mencalonkan diri sebagai Wali Kota Tangerang Selatan?

“Saya kan putra daerah sini. Saya ingin menjadikan Tangerang Selatan lebih maju lagi, agar bisa menjadi kota kelas dunia, yang menghargai perbedaan, toleran, warganya sejahtera, lingkungan alamnya terjaga, dan ekosistem bisnisnya tumbuh dengan sehat,” jelasnya.

Rizal Bawazier dan nenek penyapu di Taman
Kota 2 BSD bergembira dan merasa senang./dok

Rizal telah melakukan banyak sosialisasi, atau blusukan ke sejumlah kecamatan di Tangsel. Ia lakukan tanpa kenal lelah. Ia datangi sejumlah wilayah di 7 kecamatan, baik dalam pesta undangan khitanan, nikahan, sampai bertatap muka dengan para pekerja taman emak-emak Penyapu Harian Taman Kota 2 BSD.

Rizal juga dalam hari Perempuan International 2020 bahkan melakukan kepedulian yang sangat dalam bagi seorang janda miskin di kawsan Ciputat yang tak punya rumah tinggal.

Rizal mendatangi  Wastiah, 38, warga RT 005 RW 011, Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, (Tangsel), pada Ahad (8/3/2020), sebagai catatan ini salah satu kawasan wilayah kantong miskin yang ada di Kota Tangsel, guna memberikan advokasi dan bantuan kemanusiaan kepada warga yang belum tersentuh manisnya dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), yang sebenarnya cukup besar. Ia berikan santunan dengan mengkontrakan rumah petak, dan sejumlah kebutuhannya. Ia juga banyak bertemu orang-orang di pasar-pasar di  tujuh kecamatan di Tangsel.

Jauh sebelumnya Rizal juga bertemu sejumlah tokoh Tangsel yang merupakan para pendiri Kota Tangsel yang menjadikan kota tersendiri dan mandiri.

Tentang kesiapan dirinya maju di Tangsel ini iya yakin dan berharap mendpaat dukungan banyak pihak.

Saya sudah menyiapkan konsep dan metode implementasinya menuju Tangsel yang Maju dan mendunia. Insya Allah saya akan bekerja cepat untuk mewujudkan Tangerang Selatan sebagai kota kelas dunia seperti itu kalau nanti saya diberi amanat oleh warga Tangerang Selatan untuk jadi wali kota.

-RIZAL BAWAZIER

Dalam membuktikan keseriusan pencalonannya untuk Pilwalkot 2020, Rizal Bawazier selain sudah bertemu banyak tokoh dan warga masyarakat bawah. Ia juga melakukan kampanye media luar ruang, selain media sosial dan media lainnya.  Makanya jika kita melintas dari arah JORR Pondok Indah menuju BSD Tangsel, maka akan terlihat sosok Rizal Bawazier dalam Billboard.  Dalam kampanye komunikasi politik Billboard adalah sarana efektif sampai saat ini karena menyapa begitu masif publiknya.

Kembali kesuhu persaingan para kandidat yang akan berlaga di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Tangerang Selatan yang merupakan salah satu agenda adlaha kampanye media secara luas. Jika sebelumnya para kandidat yang mejeng dalam arti melakukan kampanye atau sosialisasi mengenai pencalonan mereka adalah muka-muka lama semata, ternyata ada kandidat yang memberikan kejutan pada masyarakat di Tangsel dengan mulai muncul sekarang-sekarang ini, maka nama Rizal patut diperhitungkan.

Rizal secara pelan tetapi pasti, kandidat yang terus melaju pun semakin mengerucut. Jika sebelumnya ada banyak sekali tokoh-tokoh atau kandidat yang menyatakan dirinya akan maju bertarung di Pilwalkot Tangseng mendatang, ternyata satu-persatu kandidat yang hanya sekedar mencari peruntungan mulai berguguran.

Baliho Bakal Calon Wali Kota Tangsel; RIzal Bawazier/IST

Benar seperti yang diungkapkan oleh pengamat komukasi politik dari Pusat Kajian Komunikasi Politik Indonesia (PKKPI), Gede Munanto bahwa hanya kandidat-kandidat yang kuat yang akhirnya akan menonjol dan menunjukkan eksistensi mereka dalam meningkatkan popularitas, likeabilitas maupun elektabilitas yang ingin dicapai.

Sebut saja di antara mereka ada Wakil Walikota Benyamin Davnie yang ngotot untuk eksis dengan sejumlah Billboard-nya yang massif, juga ada nama-nama lain calon Wali Kota Tangsel yang dianggap kuat seperti Siti Azizah (putri Wapres RI Maruf Amin), serta Muhammad (sekda Tangsel).

Bakal Calon Wali Kota Tangsel 2021-2024 bersama masyarakat yang mengapresiasi pencalonannya/IST

Di luar mereka, beberapa nama kandidat lain yang di awal-awal Nampak bersemangat tetapi seiring berjalannya waktu mulai meredup dan bahkan sudah ada yang benar-benar menyatakan mundur dari rencana berlaga di Pilkada Tangsel 2020 mendatang tersebut.

Membaca konstelasi partai politik yang ada, menurut Gede Munanto kemungkinan nantinya hanya akan ada tiga poros partai politik yang akan memunculkan 3 Pasangan. Prediksi tersebut juga diperkuat dengan adanya kenyataan bahwa untuk jalur pendaftaran jalur independen/non parpol sudah habis masa pendaftarannya dan taka da kandidat yang berhasil mendaftar melalui jalur tersebut.

“Yang jelas Partai Golkar sudah aman. Meskipun sendiri atau hanya satu partai saja, dengan bekal 10 kursi DPRD yang mereka miliki Golkar sebenarnya sudah bisa mengusung calonnya sendiri. Namun partai-partai lainnya masih harus bangun strategi juga karena perolehan kursi-kursi mereka di Tangsel tersebut. Partai-partai tersebut harus berkoalisi dengan partai lainnya untuk memenuhi syarat bisa mengajukan calon Walikota yang 20 persen seperti syarat yang diwajibkan oleh KPU,” prediksi Kandidat Doktor Universitas Padjajaran (UNPAD) Bandung ini.

Menganalisa riak-riak gejolak dan pembicaraan politik masyarakat dari akar rumput hingga kaum intelektual yang ada, menurut Gede Munanto masyarakat Tangsel sepertinya menginginkan hadirnya harapan baru yang membawa perubahan pada pilkada Tangsel 2020 kali ini.

Menurut Munanto saat ini Kota Tangsel sangat berharap untuk kemunculan sesuatu yang baru. Jadi saya tegaskan akan ada kuda hitam yang muncul. Penegasan tersebut diyakini Munanto dengan melihat riak-riak terkait Pilkada Tangsel yang saat ini semakin dinamis.

Poster Rizal Bawazier yang mulai dipasang di gang-gang di wilayah tangsel/IST

“Yang jadi kuda hitam itu bisa jadi dari Pengusaha atau anak muda yang sukses, birokrat dan petahana mungkin ada tapi tipis, masyarakat Tangsel sudah paham sosok dan harapannya bagi kotanya,” ujarnya.

Nampaknya prediksi Munanto tersebut menunjukkan kebenarannya. Di saat masyarakat seperti agak bosan dengan wajah-wajah lama yang akan bertarung di Pilwalkot Tangsel 2020 ini, tiba-tiba muncul pengusaha muda sukses keturunan Lengkong Kyai/Lengkong Ulama Rizal Bawazier yang menunjukkan keseriusannya untuk membangun Tangsel.

Bahkan meskipun muncul terakhir, Rizal yang merupakan kader PKS ini mengklaim akan didukung oleh parpol berkursi gemuk di DPRD Tangsel. Yang cukup mengagetkan khalayak juga adalah, ketika menyatakan akan maju dalam Pilwalkot Tangsel 2020 ini, Rizal menyatakan tidak ingin didukung untuk menjadi Wali Kota Tangsel, melainkan mohon izin dan doa dari warga Tangsel untuk membangun Tangsel menjadi lebih baik dan lebih maju.

Kesiapan Rizal untuk berupaya memenangkan Pilkada Tangsel 2020 tersebut selain dengan mengusung program 10M yang telah digagaskan untuk mengatasi berbagai permasalahan di Tangsel yang ada saat ini juga dibuktikannya melalui sosialisasi materi kampanye yang mulai digebernya.

Setelah sebelumnya telah memasang berbagai poster pencalonannnya tanpa merusak lingkungan, Rizal juga melakukan kampanye kreatif melalui kopi yang menarik simpati dari banyak kalaangan.

Terakhir, sebagai pembuktian bahwa dirinya bukanlah kandidat Pilkada Tangsel 2020 yang kaleng-kaleng, Rizal Bawazier pun mulai memasang billboard di beberapa titik strategis wilayah Tangsel.

Rizal Bawazier saat paparkan konsep bangun Tangsel/ist
Rizal Bawazier, pekerja keras siap bangun Tangsel /ist

Rizal Bawazier tersebut seperti membuktikan bahwa pencalonannya sudah dipersiapkan secara matang dan didukung dengan kesiapan dana pemenangan untuk mewujudkan harapan masyarakat Tangsel yang menginginkan pemimpin baru yang segar dalam gagasan, bersih dalam rekam jejak, kreatif dan inovatif dalam pemikiran, dan memiliki energi muda untuk membawa kemajuan Tangsel di masa depan. (TIM REDAKSI TS) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here