Beranda Banten PGR Bintaro, Vaksinasi Masal: Perang Melawan Teror Global Covid-19

PGR Bintaro, Vaksinasi Masal: Perang Melawan Teror Global Covid-19

57
0

TANGSELSATU.ID – Tibalah kita pada satu fase yang membuat peradaban umat manusia dirundung kegelapan. Teror global Covid-19 datang menyerang secara tiba-tiba dan meluluhlantakan pilar dan sendi kehidupan umat manusia. Dunia terguncang keras, melebihi gempa teknonik berskala magnitudo, dan guncangannya melanda setiap negara, tidak terkecuali Indonesia.

Covid-19 merupakan singkatan dari Coronavirus Disease of 2019, pertama kali diperkenalkan ke publik international pada tanggal 11 Februari 2020 saat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada sebuah press release menyampaikan tentang ditemukannya sebuah virus baru.

Istilah disease dalam Covid-19 sejatinya penamaan yang dilekatkan oleh ICD, International Classification of Diseases, WHO. Awlanya, virus corona adalah virus yang bersifat umum dan biasa ditemukan pada manusia dan hewan. Virus ini ditemukan sekitar tahun 1930. Sedangkan Covid-19 pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina dengan tingkat penyebarannya sangat cepat, “eksodus” dan bermutasi dengan varian baru ke berbagai penjuru negara-negara di dunia.

Dan untuk merespon wabah pandemi Covid-19 yang sudah sangat mengancam sendi-sendi kehidupan umat manusia tersebut, bertempat di Resto Dapur Pos, Kelurahan Paku Jaya, Kecamatan Serpong Utara, Graha Raya, Keluarga Besar Paguyuban Graha Raya (PGR) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Tangsel dan juga Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Rabu (14/07/2021) siang, menggelar Konferensi pers dalam rangka menjalin kerjasama kegiatan sosial kemanusiaan untuk membantu warga masyarakat Graha Raya dan sekitarnya guna meningkatkan imun tubuh agar dapat menjaga kesehatan dari serangan virus Covid-19 yang saat ini makin tidak terkendali.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Rekno Riyanto Ketua Umum Paguyuban Graha Raya (PGR), Tomi Batubara Sekjen Paguyuban Graha Raya, Gan Gan SH selaku Konsultan Legal Paguyuban Graha Raya, dr. Aji Darmo Kepala Puskesmas Paku Alam Serpong Utara dan Ibu Vivi tenaga medis Puskesmas Paku Alam yang juga mantan bidan senior. Sementara Lurah Paku Jaya tidak muncul untuk memenuhi undangan dari Paguyuban Graha Raya tanpa pemberitahuan dan alasan apapun juga.

Suasana mencekam penuh ketakutan merajai hari demi hari. 2 tahun sudah kita hidup dalam penjara pandemi Covis-19. Banyak asumsi, teori dan spekulasi tentang Covid-19 yang bertebaran menghiasi tulisan dan pemberitaan di media massa dan time line media sosial. Tetapi bukan itu yang kita bahas di sini.

Kita tidak memasuki terminologi perang mutahir psy war, perang uraf syaraf di wilayah psikologi dengan maksud dan tujuan untuk membangkitkan reaksi psikologis lawan dan memanfaatkan terbentuknya opini publik dalam ruang pemikiran yang telah dirancang pihak yang berperang untuk merontokkan mental pihak lawan.

Kita berkumpul untuk merapatkkan barisan dan berkontribusi kepada rakyat, kepada masyarakat terdekat di sekitar kita, karena sebaik-baiknya hidup adalah bermanfaat untuk sesama, seperti yang dikatakan oleh Bung Karno dalam salah satu pidatonya agar, “Tidak ada seorang Ibu yang menangis karena tidak bisa menyusui anaknya, dan agar kita menjadi Insan Al-Kamil yang hidup bahagia di bawah kolong langit ciptaan Allah SWT.” ujar  Rekno Riyanto Ketua Umum Paguyuban Graha Raya (PGR)

Saya teringat adagium militer pada zaman imperium Romawi ‘Si Vis Pacem Para Bellum’, jika menginginkan perdamaian, bersiaplah untuk perang. Dan saat ini, kita ingin kembali hidup damai, sejahtera dan stabil sebagaimana sebelum Covid-19 datang menyerbu menghancurkan kehidupan manusia. Kita tidak memiliki peralatan senjata mutakhir. Kita tidak memiliki fasilitas teknologi. Kita hanya memiliki vaksin yang diberikan oleh pemerintah untuk rakyat.

Tetapi inilah benteng pertahanan kita dalam menghadapi serangan mematikan melawan Covid-19. Vaksinasi Covid-19 yang kita adakan secara masal dan gratis pada tanggal 15 dan 19 Juli 2019 di Transmart Graha Raya Bintrao, Tangerang Selatan di bawah bendera Paguyuban Graha Raya (PGR) dan berkolaborasi dengan pihak lain dengan target vaksinasi 1.000 orang. Semoga apa yang kita lakukan ini meniupkan inspirasi dan ilham kepada tokoh-tokoh lain untuk mengelar agenda dan program serupa di wilayahnya masing-masing dalam melindungi kehidupan rakyat.

Rakyat yang semakin lelah menghadapi tekanan hidup di tengah pandemi harus dibangunkan kesadarannya bahwa membetengi diri dangan vaksin merupakan salah satu jalan perjuangan melawan Covid-19. Terror global ini harus kita hentikan dengan menjaga imunitas tubuh, dan vaksin adalah sebuah ikhtiar dalam menghadapi virus corona yang kini berkembang melahirkan varian baru, Delta, Alpha, Kappa dll.

“Saat ini suasananya mencekam dan penuh ketakutan merajai hari demi hari. 2 tahun sudah kita hidup dalam penjara pandemi Covis-19. Banyak asumsi, teori dan spekulasi tentang Covid-19 yang bertebaran menghiasi tulisan dan pemberitaan di media massa dan time line media sosial. Tetapi bukan itu yang kita bahas di sini,” kata Rekno Riyanto Ketua Umum Paguyuban Graha Raya.

Ditambahkannya, saat ini masyarakat tidak memasuki terminologi perang mutahir psy war, perang urat syaraf di wilayah psikologi dengan maksud dan tujuan untuk membangkitkan reaksi psikologis lawan dan memanfaatkan terbentuknya opini publik dalam ruang pemikiran yang telah dirancang pihak yang berperang untuk merontokkan mental pihak lawan.

Perang melawan Covid-19 adalah perang teror global, sebuah pertempuran melindungi diri, melindungi keluarga tercinta, melindungi orang-orang di sekitar kita, dan pada akhirnya konsep herd immunity menjadi rumus yang berlaku, siapa yang memiliki daya imun tubuh yang kuat, dialah yang akan berdiri tegak memenangkan pertempuran melawan Covid-19.

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen PGR Tomi Batubara menyatakan, dirinya teringat adagium militer pada zaman imperium Romawi ‘Si Vis Pacem Para Bellum’, jika menginginkan perdamaian, bersiaplah untuk perang. Dan saat ini, kita ingin kembali hidup damai, sejahtera dan stabil sebagaimana sebelum Covid-19 datang menyerbu menghancurkan kehidupan manusia. Kita tidak memiliki peralatan senjata mutakhir. Kita tidak memiliki fasilitas teknologi. Kita hanya memiliki vaksin yang diberikan oleh pemerintah untuk rakyat.

Semoga program vaksinasi masal dalam mengantisipasi serangan Covid-19 yang akan berlangsung dapat mencerahkan kesehatan, mental dan mindset kita bersama. Kita berdoa semoga Yang Menggenggam Setiap Tarikan dan Hembusan Nafas merahmati dan melindungi perjuangan kita. (TS/RED)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here